DPRD ‘Geleng Kepala’, Realisasi PAD Dishub Disinyalir Tidak Mencapai Target

Berita Keren – Parigi Moutong – DPRD ‘Geleng Kepala’ realisasi anggaran pendapatan Belanja Daerah (PAD) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Parigi Moutong, disinyalir tidak akan mencapai target.

Berdasarkan laporan realisasi pendapatan daerah dinas perhubungan semester satu, dari target optimis bersama dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) PAD dari sektor Dishub tahun 2021, bisa mencapai Rp 270 juta. namun saat ini realisasinya masih sekitar Rp 23 juta.

Hal tersebut terungkap, saat rapat badan anggaran bersama dengan DPRD Kabupaten Parigi Moutong, yang pada rapat itu juga dihadiri Kepala Bapenda Masdin. Pada Kamis, (19/08) yang dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD, Alfrets Tonggiroh.

Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong menyoroti kinerja Dishub terkait realisasi PAD yang disinyalir berdasarkan laporanya tidak akan mencapai target.

Salah satunya anggota DPRD Leli Pariani mengatakan, melihat  laporan dari Dishub Parigi Moutong dengan kinerjanya, 50 persen PAD saja tidak akan tercapai. Contohnya, saat ini pemungutan retribusi dari sektor parkir, Dishub mencatat hanya empat titik yang efektif.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Parigi Moutong menjelaskan, saat ini Kabupaten Parigi Moutong hanya memiliki empat titik parkir yang efektif. Yaitu, Pasar Sentral Parigi, BNS, Toboli dan pasar Tolai.

“Dari 9 titik, setelah kemarin melakukan uji petik beberapa bulan terakhir hanya empat yang efektif. Yaitu, Pasar Sentral Parigi, BNS , Toboli dan Pasar Tolai. Pasar Tolai  ditangani oleh desa tapi kita bangun kerjasama dengan pihak desa. kemudian lima titik lainya yang tidak efektif, karcisnya ditarik kembali,” jelas Ismed

Sementara itu, Leli Pariani juga menyoroti kepala dinas perhubungan yang tidak menghadiri rapat banggar tersebut, padahal sebagai pemangku kebijakan dan yang lebih mengetahui sebab masalah yang terjadi, seharusnya Kepala dinas ikut hadir. Namun saat itu Arman selaku Kepala dinas tidak berada ditempat.

Data Target PAD Berselisih, Komisi IV Menilai, Dishub Buruk Dalam Mengurus Kearsipan Dokumen

Pada rapat anggaran tersebut, ditemukan kejanggalan yang terjadi terkait laporan pendapatan daerah. Yaitu adanya selisih angka target PAD antara laporan realisasi APBD semester satu, dengan laporan yang diserahkan dinas perhubungan ke masing-masing anggota DPRD.

“Kalau di laporan realisasi APBD semester satu, disini cakupkan bahwa target pendapatan parkir sebesar 80 juta sedangkan pada rangkuman yang diserahkan dinas perhubungan Cuma 70. Kemudian begitu juga dengan terminal, kalau dalam laporan sebesar 75 juta sedangkan dalam rangkumannya sebesar 100 juta, antara kedua data yang diserahkan ke kita ini sebenarnya mana yang benar? kenapa dua data yang sumbernya sama sama-sama punya legalitas, tetapi punya angka yang selisih,” Tegas Fadli

Menanggapi hal tersebut, Ismed berdalih, pihaknya belum mendapatkan laporan realisasi APBD tersebut. padahal sumber data tersebut dari dinas perhubungan sendiri.

Sehingga, Fadli selaku ketua Komisi IV DPRD Parigi Moutong menilai, dalam hal ini dinas perhubungan buruk dalam mengarsipkan dokumen laporan data.

“Kita patut prihatin, kalau dinas perhubungan ini buruk dalam pengarsipan dokumen, merasa tidak tahu berapa target, merasa tidak memiliki buku laporan atas data pendapatan daerah,” ujar Fadli dengan nada geram.

Di akhir pembahasan Alfres Tonggiroh selaku pimpinan rapat menunda pembahasan anggaran PAD oleh dinas Perhubungan. Dan akan kembali melakukan rapat, dengan harapan kepala dinas bisa hadir dan dinas perhubungan pun bisa memperbaiki datanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *