Minyak Goreng Langka di Pasaran, Senator Asal Sulteng ini Minta Mendag Lutfi Mundur

Menteri Perdagangan M. Lutfi

Berita Keren | Jakarta – Anggota Komite I DPD RI Abdul Rahman Thaha mendesak Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi untuk mundur dari jabatannya.

Senator asal Sulawesi Tengah ini menilai Mendag Lutfi telah gagal menjalankan program pemerintah untuk menjamin ketersediaan minyak goreng murah dan berkualitas.

“Saya minta Mendag hari ini juga mundur dari jabatannya, karena sudah gagal memberantas mafia minyak goreng di negeri ini,” tegas senator yang akrab disapa ART ini melalui keterangannya, Jumat (18/3/2022).

Ia juga menyesalkan pernyataan Mendag Lutfi yang mengaku mencium dugaan mafia minyak goreng. Sebagai seorang menteri, kata ART, Lutfi seharusnya bisa mengetahui lebih dari itu.

“Dia menganggap dirinya sudah tidak mampu dan layak untuk diganti. Kalau menurut saya bahwa dia gagal menjalankan program pemerintah yang menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14.000 per liter,” katanya.

Dr. Abdul Rachman Thaha,S.H,M.H Anggota DPD RI dapil Sulawesi Tengah

Belum lama HET minyak goreng diberlakukan, pemerintah memutuskan memberikan subsidi minyak goreng dengan menggelontorkan dana sebesar Rp7,6 triliun.

“Artinya, program ini gagal dilakukan pemerintah. Bahwa pernyataan yang mencium mafia, bahwa dia menganggap dirinya gagal dan layak diberhentikan dan mundur dari jabatannya,” tegas ART.

Semestinya, sambung ART, Mendag Lutfi melibatkan aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian jika memang mencium mafia minyak goreng.

“Untuk mengusut dan menangkap pelaku mafia itu. Jangan, jangan, ini bagian skenario mafia, itu saja. Saya menduga jangan-jangan ini bagian dari itu,” tambahnya.

Jika Mendag mencium dugaan mafia, ART justru menyebut ada bau busuk dalam persoalan minyak goreng.

“Jadi ini tidak cukup dengan pernyataan minta maaf saja, tapi harus betul-betul mundur dari jabatan Menteri Perdagangan karena sudah gagal menjalankan kebijakan pemerintah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mendag Lutfi menyampaikan permintaan maaf ketika rapat bersama Komisi VI DPR RI pada Kamis (17/3/2022).

“Dengan permohonan maaf Kementerian Perdagangan tidak dapat mengontrol karena ini sifat manusia yang rakus dan jahat,” ucapnya.

Lutfi mengaku bahwa pihaknya memiliki keterbatasan wewenang dalam undang-undang untuk mengusut tuntas masalah mafia dan spekulan minyak goreng.

Menurutnya, kebijakan yang bisa ia lakukan hanya sebatas mengatur pasokan. Ia karenanya meminta bantuan kepada Satgas Pangan Polri untuk menindak mafia dan para spekulan tersebut.

“Sementara ini kami punya datanya tapi saat ini sedang diperiksa oleh polisi, oleh Satgas Pangan, tetapi keadaannya sudah menjadi sangat kritis dan ketegangan yang mendesak,” ujarnya.

Pihaknya menduga kelangkaan minyak goreng salah satunya disebabkan oleh mafia dan spekulan yang mengambil keuntungan, sehingga berbagai kebijakan yang telah ia buat pun tidak efektif.

Mendag Lutfi juga mengungkapkan mafia dan spekulan yang menimbun dan menyelundupkan minyak goreng. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *