Ampibi Parimo Kutuk Peristiwa Penembakan Tersangka oleh Oknum Anggota Polsek Parigi

Bacaan Lainnya

Berita Keren | Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ampibi mengutuk keras dugaan penembakan yang dilakukan oleh oknum Anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Polsek Parigi pada tersangka dugaan kasus pencurian.

Ketua Dewan Penasehat Ampibi Kabupaten Parigi Moutong, Amran Soda saat ditemui dikediamannya menyebut bahwa terkait aksi ‘Koboi’ sang oknum ini, Polri harus bertanggungjawab.

“Kami mengutuk keras aksi koboi seperti ini. Institusi polri harus bertanggung jawab atas kejadian ini” tegasnya

Menurutnya, peristiwa penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota polri itu sudah melanggar standar operasional prosedur (SOP).

Tindakan oknum ini katanya, tidak bisa dibenarkan. Apalagi saat itu terduga tersangka pencurian atas nama SM saat ditangkap tidak melakukan perlawanan.

“Tersangka SM ini setahu kami tidak melakukan perlawanan saat ditangkap dirumahnya, lantas kenapa dikantor Polsek dia ditembak. Jangan-jangan ada gangguan mental barangkali oknum aparat itu” ketus Amran.

Ia menambahkan, bahwa dalam menjalankan tugas sebagai anggota polri wajib menjalankan peraturan kepala kepolisian republik Indonesia (Kapolri) Nomor 8 Tahun 2009 tentang implementasi prinsip dan standar HAM dalam penyelenggaraan tugas polri.

Atas peristiwa tersebut pihaknya mendesak kapolres parigi moutong untuk bertanggung jawab dan menyampaikan ke publik tentang kronologis kasus yang sebenarnya.

“Kapolres harus segera lakukan investigasi, kemudian tampil menyampaikan hal ini. Sebagai pimpinan beliau harus bertanggungjawab dan memberi sanksi berat kepada oknum yang terlibat. Justru aneh ini, penanganan perbuatan kriminal dilakukan dengan cara-cara yang tidak manusiawi seperti ini. Ini sangat merusak citra polri” pungkasnya.

Sementara itu dari informasi yang dihimpun media ini, penangkapan SM yang merupakan terduga tersangka kasus pencurian itu dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Parigi, Aiptu Yunus Datuan. SM ditangkap di rumahnya di Desa Baliara, Rabu (08/6/2022).

Saat dilakukan penangkapan, SM diketahui tidak melakukan perlawanan saat ditangkap oleh anggota Polsek Parigi. SM diduga ditembak di kantor Polsek Parigi. (AF)

banner 970x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.