Mengenal Wardi, Aleg Muda yang Baru Akhiri Masa Lajang

Kabar gembira baru saja dirasakan oleh H. Wardi Anggota DPRD milenial yang lebih akrab dengan sapaan Awe. Pada Sabtu (06/02/2021) tepat pukul 11.00 Wita, ia telah resmi mengakhiri masa lajangnya. Prosesi Akad nikah itu pun berlangsung di Sutan Raja Hotel & Covention Palu.

Dirinya mempersunting wanita cantik pujaan hati, Rafika Safitri yang telah di pacarinya kurang lebih 7 tahun. Pernikahannya di gelar ditengah situasi pandemi Covid-19, pelaksanaan akad nikah digelar dan dihadiri oleh orang-orang terdekatnya seperti keluarga, kolega partai, serta saksi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Alhamdulillah, acara akad nikah kemarin berlangsung dengan khidmat dan lancar tanpa kekurangan satu apapun” Ungkap Ketua Andeck Parigi ini kepada berita keren.

Rencanya Senin, 8 Februari 2021 jam 10.30 Wita akan di langsungkan acara resepsi pernikahan bertempat di Lapangan Futsal Toraranga Parigi.

“Insyaa Allah pada Senin, 8 Februari 2021 akan di langsungkan resepsi pernikahan mohon doanya” Ungkapnya.

Awe merupakan salah satu anggota DPRD Parigi Moutong termuda, usianya sekarang 28 tahun. Pada pemilu 2019 lalu, lelaki kelahiran Parigi, 25 Desember 1992 itu, berhasil lolos lewat Partai Kebangkitan Bangsa dari dapil I parigi. Kini, Awe duduk di Komisi IV dengan lingkup kemitraan pelayanan publik dan kesehatan.

Politisi yang hobi jogging ini adalah mantan Ketua Bem Hukum Untad, dan pernah menduduki posisi penting organisasi lainnya baik di lingkungan internal dan eksternal kampus.

Selain sebagai wakil rakyat, ia aktif dalam dunia sosial dan kepemudaan. Dirinya tercatat sebagai Wakil Ketua DPD I KNPI Sulteng dan saat ini mendapat kepercayaan sebagai Ketua Karateker KNPI Parigi Moutong.

Hampir tidak ada yang berubah dari sebelum terpilih hingga menjadi anggota DPRD, dirinya tetap aktif dalam kegiatan sosial dan aksi-aksi kemanusiaan. Pada aksi galang bantuan untuk korban banjir bandang Boyantongo dan Olaya, Awe memimpin langsung pasukan Andeck mengumpulkan donasi untuk korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *