Kinerja Polri Dukung BPN Berantas Mafia Tanah, ART : Mesti Diapresiasi

Berita Keren | Praktik mafia tanah yang tak kunjung hilang diseantero ngeri juga menjadi perhatian Polri. Karenanya bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) duet ini diharapkan memberi hasil maksimal.

Anggota DPD RI, Abdul Rachman Thaha (ART) sendiri memberi apresiasi atas kinerja Polri dalam hal pemberantasan mafia tanah ini. Lantaran kinerja BPN yang belum maksimal bahkan sejumlah oknumnya dituding terlibat praktik ini dan masuk dalam lingkaran mafia tersebut.

“Kenapa mereka dikatakan mafia tanah karena melibatkan berbagai unsur oknum yang melakukan penerbitan sertifikat sehingga merugikan masyarakat bahkan merugikan negara,” kata ART.

Hal ini dilakukan dengan berbagai modus seperti memanfaatkan program pendaftaran tanah sistematis lengkap melibatkan oknum BPN.

“Saya mendapatkan info hari ini 27 orang yang ditangkap oleh Polda Metro Jaya, patut kita apresiasi dan kawal pihak Polri yang sedang bekerja,” bebernya.

Senator asal Sulawesi Tengah ini menyampaikan Polri mesti dikawal agar tidak ada cukong-cukong mafia tanah masuk mengintervensi, termauk dari unsur kekuasaan. Karenanya ia minta Polri bekerja dengan baik demi masyarakat dan negara.

“Saya meminta kepada saudara Menteri ATR/BPN jika oknum BPN yang terlibat di mafia tanah jangan beri ampun langsung pecat saja, karena masih banyak anak negeri ini yang punya kapasitas dan akhlak yang baik untuk bekerja,” bebernya.

Begitupun ke pihak Polri agar dilakukan penegakan hukum yang selurus-lurusnya tanpa pandang bulu terkhusus pada jajaran Polda Metro Jaya.
“Harapan saya kepada saudara menteri ATR/BPN perlu adanya perubahan kurikulum kedepan tentang pendidikan khususnya di Satker Kementerian ATR/BPN,” bebernya.

banner 970x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.